Ucapan Selamat Idul Fitri Dari Gereja Katolik Keuskupan Surabaya Di Sidoarjo Kota
Ucapan Selamat Idul Fitri Dari Gereja Katolik Keuskupan Surabaya Di Sidoarjo Kota
Sidoarjo, 20/03/2025
Jiwa kerukunan yang dibawa oleh Pancasila, selalu bisa ditemukan di mana saja, wajah dihadapkan, di negeri ini. Nilai Bhinneka Tunggal ika Tan Hana Dharma Mangrua dapat ditemukan, bahkan di sudut sudut kota, yang tak terlihat dan ditinggalkan, jauh dari perhatian publik.
Baca Lebih Lengkap Di Situs Zona Berita Kota
Lihat Link Lengkap Di Bawah Ini
http://kota-batu-zona-berita.domainstation.web.id/2026/03/ucapan-selamat-idul-fitri-dari-gereja.html
Salah satu potret indah itu, ditemukan di depan Gereja Katolik Keuskupan Surabaya di Sidoarjo Kota. Sebuah pamflet kecil berisi ucapan Hari Raya Idul fitri yang sederhana dan tulus, dipampangkan di Gedung Gereja dengan nama Paroki Santa Maria Annuntiata, Jalan Monginsidi No. 13 Sidoarjo.
Pamflet ini ditemukan oleh Informatika Newsline, Jum'at (20/03) saat sebagian umat Islam sudah melaksanakan sholat Idul Fitri, dari perhitungan posisi Bulan yang telah terjadi konjungsi (kesejajaran) dengan planet Bumi dan Matahari sejak Kamis pukul 06.40. Konjungsi ini berarti secara astronomis memberikan tanda berakhirnya Bulan Ramadhan 1447 H, dan tampilnya bulan Baru. Secara perhitungan astronomis, usia bulan Ramadhan telah usai, meskipun mungkin sang bulan baru tak terlihat di langit sore Kamis (19/03), yang berarti bagi sebagian penganut perhitungan bulan dengan metode melihat langsung rukyat, berarti bulan digenapkan menjadi 30 hari dan memutuskan Idul Fitri pada Sabtu (21/03). Seperti yang kemudian menjadi keputusan sidang Isbat oleh pemerintah. Akan tetapi bagi yang memahami bagaimana perhitungan bulan baru secara scientific dan berbasis perhitungan astronomis bulan Syawal sudah terbit bahkan sejak Kamis pagi. Dan puasa pun disempurnakan sampai matahari terbenam Kamis (19/03).
Tapi perbedaan di umatku adalah Rahmat. Tanda bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa memang mengijinkan segala yang berbeda itu, tan hana dharma Mangrua, bukan untuk berpecah belah. Akan tetapi untuk melaksanakan dharma yang sama, tan ana dharma Mangrua. (ESW)



Komentar
Posting Komentar